Share about…..

Orang bilang umurku sekarang dah diambang tua. Trus kenapa? Sekarang umurku sudah dua puluh enam tahun! Aku ingin menghadapi kegilaan-kegilaan ini dengan riang. Tapi tak bisa begitu saja semua berjalan baik. Tergantung pilihan. Pernah aku melihat Quraish Shihab bercerita tentang takdir:Bahwasanya orang memilih takdirnya sendiri. Manusia memilih dengan sadar akan takdirnya supaya manusia lebih bertanggung jawab. Aku ngeri dan harus kuakui bahwa diriku tidak cukup dewasa bisa menerima kenyataan ini. Ya, aku pikir memang diriku masih kekanak-kanakan dengan terus-menerus menyalahkan Tuhan. Di umur yang mungkin bagi orang lain merupakan matang2nya usia, aku masih saja dihadapkan pada kemonotonan hati, keegoisan, kesombongan diri, layaknya anak kecil yamg selalu merengek minta cinta…. byuhh…..
sekali lagi aku ingin memberanikan diri untuk terus tegar .walaupun berani bukan tanpa ketakutan!Nietzsche bilang berani adalah mereka yang tahu ketakutan tetapi menaklukan apa yang menjadi ketakutan itu. mereka yang menyaksikan jurang yang dalam dengan rasa bangga.(Brave is who knows fear but conquer fears, who sees the abyss but with prid-Nietsche) Ya, sudah bukan berarti aku terus melangkah tanpa alasan, tho? Aku ingin tertawa dengan sangat keras. Aku ingin berteriak dengan sangat lantang dan ganas:umurku telah jadi tua, !
Slanjutnya aku akan memulai segala sesuatunya dengan pertimbangan. Setidaknya umur ini telah banyak mengubahku. Dan kalimat yang terus aku ulang-ulang adalah aku tidak akan berubah hanya karena kondisi menyamankan aku untuk berubah. Aku pikir ini tidak fair. Sebuah pengakuan yang paling jujur kali ini adalah aku sama sekali belum dewasa! Setidaknya untuk menentukan takdirku secara lebih tepat dan bijak.Segala pilihan ada di tanganku atas apa pun kemudian yang menimpaku.Atau atas keterbatasan yang bernama;PILIHAN.
Layukalifullahu nafsan illa wus’aha.
Dan untuk pertanyaan yang pantas diulag-ulang:”Fabiayyiaalaai Rabikumaa tukadzibaan?”
Dan untuk sebuah doa:”Allahku, Engkau tahu keinginanku terus bermunculan.Maka, cukupkanlah aku. Cukupkanlah aku untuk mengetahui DIRIMU DAN cukupkanlah ENGKAU sebagai penolongku !!”
