•September 11, 2009 •
Tinggalkan sebuah Komentar
Raboe malem 090909 g nyangka latian futsal bisa berjalan sangat seru…… psywar dah ada sejak detik pertama… gara2 kaos maho.. super sexy dupie.. sasaran utama no 1/2… who is him???????? prittt.. wasit meniup pluit pertandingan green vs blue dimulai…. banyak kejadian aneh… unik… maho…… with slogan ” g bisa ngegolin = maho” hahaha… smua berlomba2 buat ngegolin g terkecuali si 1/2. Dengan berbagai daya upaya. termasuk beli sepatu baru,dengan berpuluh peluang, semuanya cuman nyerempet2 doank…. wah yang empunya no dah deg2an apakah dy yg jadi maho of the week edisi pertamax hahaha, meskipun sebenere da 2 orang yang berpeluang jd maho of the week, dengan calon satunya si kaos aneh dengan blunder terbaiknya(meski sempat bikin 1 gol). penasaran???? tanya si coach (yang kadang ikut maen jg)…. Teriakan maho maho terus membahana di lapangan futsal… si 1/2 dan si kaos aneh saling berebut buat bikin gol… saling tendang, saling sindir, untung g saling berantem…. hohoho..setelah ditunggu2 akhirnya si kaos aneh bikin gol juga meski karena blunder kiper… tinggal si 1/2 yang lom ngegolin… makin tambah deg2an si empuny nomor….muka pucat… napas g karuan, hampir bunuh diri hwakakak namun di injuried njebol gawang juga, meski kayaknya da konspirasi ma bek lawan, entah dikasih duit berapa hahaha… btw …. ada yang gak ngegolin ding akhire?????? coach, 2 kiper, 1 kiper cadangan…..???? so siapa yang JADI maho of the week….
Ditulis dalam curahan hatiku
•Agustus 21, 2009 •
Tinggalkan sebuah Komentar

Orang bilang umurku sekarang dah diambang tua. Trus kenapa? Sekarang umurku sudah dua puluh enam tahun! Aku ingin menghadapi kegilaan-kegilaan ini dengan riang. Tapi tak bisa begitu saja semua berjalan baik. Tergantung pilihan. Pernah aku melihat Quraish Shihab bercerita tentang takdir:Bahwasanya orang memilih takdirnya sendiri. Manusia memilih dengan sadar akan takdirnya supaya manusia lebih bertanggung jawab. Aku ngeri dan harus kuakui bahwa diriku tidak cukup dewasa bisa menerima kenyataan ini. Ya, aku pikir memang diriku masih kekanak-kanakan dengan terus-menerus menyalahkan Tuhan. Di umur yang mungkin bagi orang lain merupakan matang2nya usia, aku masih saja dihadapkan pada kemonotonan hati, keegoisan, kesombongan diri, layaknya anak kecil yamg selalu merengek minta cinta…. byuhh…..
sekali lagi aku ingin memberanikan diri untuk terus tegar .walaupun berani bukan tanpa ketakutan!Nietzsche bilang berani adalah mereka yang tahu ketakutan tetapi menaklukan apa yang menjadi ketakutan itu. mereka yang menyaksikan jurang yang dalam dengan rasa bangga.(Brave is who knows fear but conquer fears, who sees the abyss but with prid-Nietsche) Ya, sudah bukan berarti aku terus melangkah tanpa alasan, tho? Aku ingin tertawa dengan sangat keras. Aku ingin berteriak dengan sangat lantang dan ganas:umurku telah jadi tua, !
Slanjutnya aku akan memulai segala sesuatunya dengan pertimbangan. Setidaknya umur ini telah banyak mengubahku. Dan kalimat yang terus aku ulang-ulang adalah aku tidak akan berubah hanya karena kondisi menyamankan aku untuk berubah. Aku pikir ini tidak fair. Sebuah pengakuan yang paling jujur kali ini adalah aku sama sekali belum dewasa! Setidaknya untuk menentukan takdirku secara lebih tepat dan bijak.Segala pilihan ada di tanganku atas apa pun kemudian yang menimpaku.Atau atas keterbatasan yang bernama;PILIHAN.
Layukalifullahu nafsan illa wus’aha.
Dan untuk pertanyaan yang pantas diulag-ulang:”Fabiayyiaalaai Rabikumaa tukadzibaan?”
Dan untuk sebuah doa:”Allahku, Engkau tahu keinginanku terus bermunculan.Maka, cukupkanlah aku. Cukupkanlah aku untuk mengetahui DIRIMU DAN cukupkanlah ENGKAU sebagai penolongku !!”
Ditulis dalam curahan hatiku
•Juli 27, 2009 •
1 Komentar

Serem banget judulnya, fiuhhh……….. Akhirnya, ku bisa berdiri tegak meski tanpamu. Ternyata…… langitpun masih biru tanpamu, pelangipun masih terlihat indah saat tak ada dirimu… tak kuharap lagi dirimu kembali kehidupku. cukup kusisakan sebuah ruang hati tuk mengubur semua kenangan bersamamu, dan berharap tak akan pernah kubuka lagi…. cukuplah sekali dalam hidup kulakukan kesalahan terindah, dosa termanis ketika bersamamu. Terimakasih untuk semua waktu, semua kebersamaan yang pernah kita jalani, takkan pernah menyesal diriku mengenalmu, karena darimu kumengenal rasa percaya meski akhirnya dikhianati, kumengenal rasa tegar untuk selalu melangkah kedepan meski dibelakangku banyak yang mencerca dan menertawakanku, huff.. kau pergi ketika ku yakin kau benar benar tercipta untukku, kaulah yang sesungguhnya pantas untuk dicintai… kini semua menguap, bagai embun pagi tergerus sinar mentari….Ternyata Tuhan mempunyai rencana besar lainnya untukku, embun itu telah pergi, berganti hangatnya mentari pagi…. ciaio…. semangat………….
Ditulis dalam curahan hatiku